Sabtu, 19 Mei 2012

CONTOH TOR PEMATERI SKK 1


TERM OF REFERENCE ( TOR )
SEKOLAH KADER KOPRI SE-KOTA BANDUNG (SKK 1 )
PMII KOMISARIAT KOPRI UNINUS
2012-2013

1.      Tema
Masalah-Masalah Yang Dihadapi Perempuan

2.      Materi
Relitas Masalah-masalah yang dihadapi perempuan di era globalisasi dalam konteks ASWAJA

3.      Nara Sumber
Diah Widiawati

4.      Tujuan
Diharapkan peserta dapat mengimplementasikan konteks aswaja mengenai masalah-masalah yang kerap di emban oleh perempuan di era globalisasi.
Serta memberi pemahaman, terhadap masalah-masalah yang dihadapi Perempuan sebagai kelompok social maupun individu dalam konteks ASWAJA.

5.      Metode       : Ceramah dan Dialog

6.      Waktu        : 180 menit

7.   Peralatan

·         Makalah
·         Spidol
·         Whait board
·         Proyektor

8.      Waktu        :180 menit

9.      Pemandu   :  Moderator

10.  Proses Kegiatan
·         Orientasi Materi dan pengenalan Narasumber oleh Moderator    15 menit
·         Presentasi Materi                                                                        60 menit
·         Dialog                                                                                        90 menit
·         Peyimpulan  oleh moderator                                                       15 menit


11.  Rangkuman
Meski sebenarnya tidak ada larangan bagi perempuan untuk bekerja dalam konteks Aswaja, namun ternyata sampai sekarang masih ada masalah yang sering mereka hadapi, khususnya dari dalam keluarga sendiri.
Misalnya sebagai berikut:
1.      Multi peran istri dalam keluarga  
2.      Jabatan istri lebih tinggi
3.       Gaji istri lebih tinggi       
4.      Kultur yang tak mendukung perempuan bekerja 
5.      Keamanan kerja   


TERM OF REFERENCE ( TOR )
SEKOLAH KADER KOPRI SE-KOTA BANDUNG (SKK 1 )
PMII KOMISARIAT KOPRI UNINUS
2012-2013

1.      Tema
Jender, Sex dan Seksualitas

2.      Materi
Mendeskripsikan makna jender, sex dan seksualitas dalam pandangan ke-Aswajaan.

3.      Nara Sumber
Eva Candra

4.      Tujuan
Diharapkan peserta dapat mendeskripsikan makna serta perbedaan jender, sex dan seksualitas dalam konteks ASWAJA.
Serta memahami kontruksi social gender, sex dan seksualitas dalam system kelembagaan aktivis Perempuan di PMII.

5.      Peralatan
·         Makalah
·         Spidol
·         Whait board
·         Proyektor

6.      Waktu      :180 menit

7.      Pemandu :  Moderator

8.      Proses Kegiatan
·         Orientasi Materi dan pengenalan Narasumber oleh Moderator    15 menit
·         Presentasi Materi                                                                        60 menit
·         Dialog                                                                                         90 menit
·         Peyimpulan  oleh moderator                                                        15 menit


9.      Rangkuman
Seks adalah pensifatan atau pembagian 2 jenis kelamin (laki-2 & perempuan), yang merepak an KODRAT dari TUHAN.Gender adalah: Sifat dan perilaku yang dilekatkan pada jenis kelamin tertentu, yang dibentuk oleh masyrakat dan budaya.
Gender adalah: Pembagian peran laki-2 dan perempuan oleh masyarakat atau budaya.
Jadi Gender BUKAN KODRAT TUHAN
Ciri-ciri Seks & Gender
Seks
1. Tidak berubah                             
2. Tidak dapat dipertukarkan         
3. Berlaku selamanya       
4. Berlaku untk siapa saja
5. Kodrat Tuhan
Gender
1.Bisa berubah     
2.Bisa dipertukarkan        
3.Bergantung masa          
4.Bergantung budaya       
5.Berbeda-beda antara ‘kelas’ dgn lainnya          
6.Bukan kodrat, tapi buatan manusia





TERM OF REFERENCE ( TOR )
SEKOLAH KADER KOPRI SE-KOTA BANDUNG (SKK 1 )
PMII KOMISARIAT KOPRI UNINUS
2012-2013

1.      Tema
Penyebab Ketidaksetaraan Perempuan

2.      Materi
Kesetraan Perempuan dalam konteks aswaja dalam menghadapi arus globalisasi

3.      Nara Sumber
Rd. Hj. Ela M Girikomaa,dra

4.      Tujuan
Diharapkan peserta dapat mendeskripsikan dan mencegah terjadinya berbagai macam penyebab ketidaksetaraan  Perempuan menggunakan konteks aswaja dalam menghadapi arus globalisasi.

5.      Peralatan
·         Makalah
·         Spidol
·         Whait board
·         Proyektor

6.      Waktu            :180 menit

7.      Pemandu        :  Moderator

8.      Proses Kegiatan
·         Orientasi Materi dan pengenalan Narasumber oleh Moderator    15 menit
·         Presentasi Materi                                                                        60 menit
·         Dialog                                                                                         90 menit
·         Peyimpulan  oleh moderator                                                        15 menit




9.      Rangkuman
Kesetaraan  Perempuan-dalam Hak-Hak, Sumber Daya, dan Kebebasan berpendapat.
MeskiAda Kemajuan, Ketidaksetaraan perempuan Tetap Terjadi di Semua Negara.
Ketidaksetaraan Perempuan Paling Banyak Terjadi di antara Kaum Miskin. Ketidaksetaraan Perempuan Menurunkan Kesejahteraan dan Menghambat Pembangunan. Tiga Strategi untuk Meningkatkan Kesetaraan Perempuan Tantangan bagi Masa Depan-Langkah ke Depan.
Ketidaksetaraan Perempuan Menghambat Pembangunan
·      Akibatnya terhadap Kesejahteraan
·       Akibatnya terhadap Produktivitas dan Pertumbuhan
·      Akibatnya terhadap Pemerintahan
·      Mengapa Ketidaksetaraan Perempuan Masih terjadi: Suatu Kerangka kerja




Selasa, 15 Mei 2012

Tips Membelajarkan Murid Agar Generasi Emas Hadir Melalui PBM


PENGAJAR SIAP MENCIPTAKAN GENERASI EMAS
Memperingati hari Pendidikan Nasional Indonesia pada tanggal 2 Mei 2012 yang lalu, merupakan semangat yang senantiasa memotivasi menyiapkan Generasi berpuluh-puluh tahun mendatang dengan lebih baik lagi. Banyak sekali kata-kata yang menyemangati dan mempengaruhi semangat para Pengajar untuk bisa meraih cita-cita membangkitkan Generasi Emas.
Kemdikbud menekankan bahwa generasi emas yang dimaksud adalah lahirnya generasi di masa mendatang pada tahun 2045, dimana mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, lalu yang usia 10-20 tahun berusia 45-54. Dimana, pada usia-usia itu yang memang memegang peran penting dan sentral di suatu negara. Oleh karena itu sambutan Beliau bertemakan “ Bangkit Generasi Emas Indonesia”. Ujar Beliau “ Tahun sekarang adalah tahun menanam Generasi Emas, Investasi. Untuk itu, asset berharga harus benar-benar disiapkan sehingga pada 100 tahun kebangkitan Nasional, Indonesia memilih Generasi yang mampu bersaing secara global.
Pernyataan Kemdikbud di atas, bagi saya merupakan sebuah momentum untuk senantiasa bisa memperkokoh kesadaran dan komitmen akan pentingnya pendidikan yang berkwalitas bagi masa depan bangsa. Sejalan dengan yang dikemukakan Ensu Al-Faizin, “ Dari sambutan tersebut motivasi saya untuk berbuat dan mengaktualisasikan tema tersebut dalam keseharian di lingkungan dunia pendidikan menjadi cita-cita untuk membangkitkan Generasi Emas”.
 Namun, beda halnya dengan pernyataan Bejo Slamet yang mengungkapkan kemirisan nyata dalam dunia Pendidikan. Ujar Bejo , “Saat ini saat pendidikan landasan yang dipakai adalah sekulerisme, kapitalisme, liberalisme. Sekulerisme menyebabkan lembaga pendidikan kehilangan orientasi untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Outputnya, adalah orang-orang yang tak lagi mengindahkan ajaran agama dan tipis akhlaknya. Ditambah dengan ditanamkannya ide liberalisme, lahirlah siswa-siswa yang bertingkah laku dan bergaya hidup bebas, dan cenderung sulit diatur. Muncul berbagai problem seperti gaya hidup bebas, seks bebas, narkoba, tingkah laku brutal, tawuran, dan sebagainya”.
Menurut saya, Realita nyata yang diungkapkan oleh Bejo Slamet bisa menjadi gambaran yang luar biasa untuk para Pengajar agar senantiasa bercermin kedepan, untuk sama-sama bekerjasama menciptakan Generasi Emas yang berkwalitas serta tidak berlandaskan Sukarelisme, Kapitalisme, dan Liberalisme.
Oleh karena itu, saya sebagai calon Pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia, untuk membelajarkan murid agar Generasi Emas hadir melalui proses belajar mengajar B.Indonesia memiliki sebuah tips yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semuanya.
“ Ingatkan dan senantiasa motivasi peserta didik agar menjadikan sekolah yang mereka singgahi adalah sebuah kanvas dan dia (murid) adalah seorang pelukis. Apabila melihat kanvas didepannya , maka dia akan senantiasa senang memolesnya. Dia bebas berekspresi dengan segala imajinasinya. Dan dapat kita (Pengajar ) liat hasilnya bertapa indah dan mengagumkan karyanya. Senantiasa mengingatkan untuk berpandai-pandailah mengisi waktu luang. Misalnya membuat kegiatan yang melibatkan kelas itu tersa hangat atau saling bertukar pikiran mengenai materi contohnya belajar berbahasa yang baku sesuai kaidah kebahasaan, membahas materi bahasa Indonesia misalnya  membuat puisi, cerpen atau sebagainya.”
Mungkin itu tips yang bisa saya kemukakan. Saya yakin dimanapun seorang pengajar yang pandai berkreasi berada, maka keberadaannya akan selalu hangat dan mengasyikan. Dan akan memudah menciptakan serta membangkitkan Generasi Emas untuk bersaing secara global dimasa yang akan datang. Seorang pengajar harus siap menciptakan Generasi Emas harus sanggup melangkah jutaan kilo tak terbayangkan jika langkah pertama diikuti keyakinan untuk sukses membangkitkan Generasi Emas ***UMRISTA


Kamis, 10 Mei 2012

Tugas Menyambung Cerita



MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA
Untuk Tingkat SD/SMP/SMA

1.      Model Pembelajaran Berbicara Menyambung cerita
Model Pembelajaran Melanjutkan Cerita menurut Rachmad Widodo, yang di kutip dari U.S. Mukti dan G. Arsyad Maedar dalam bukunya Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia  merupakan salah satu sub bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sub bagian yang lain dari model Pembelajaran Berbicara yaitu : Ulang Ucap, Lihat Ucapkan, Memerikan, Menjawab Pertanyaan, Bertanya, Reka Cerita Gambar, Menceritakan Kembali, Bercerita, Parafrase, Bermain Peran.
Model pembelajaran Melanjutkan Cerita merupakan pembelajaran dalam rangka melatih siswa dalam berbicara dan bercerita  dengan cara melanjutkan sepenggal cerita yang belum selesai. Sengaja cerita tidak diselesaikan guru, agar siswa sendiri yang melanjutkannya.
Akan tetapi saya menambahkan, bahwasannya model Menyambung Cerita merupakan sebuah model yang dapat digunakan oleh seorang pengajar untuk menggali kopetensi-kopetensi peserta didik dalam proses belajar mengajar. Dalam metode ini siswa dituntut untuk berimajinasi serta menuangkan kreatifitas  yang dimiliki. Sesuai dengan judul model pembelajaran berbicara yaitu Menyambung Cerita, maka tidak akan terlepas dari karangan prosa fiksi.
Di sini saya akan mengembangkan konsep Rachmad Widodo, yang di kutip dari U.S. Mukti dan G. Arsyad Maedar mengenai model Menyambung Cerita, karena tidak dicantumkan di dalam buku langkah serta keunggulan/kekurangan, oleh karena itu saya  menyesuaikannya dengan SK dan KD ( Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar), misalnya:
a.       SK (Standar Kompetensi) :
Berbicara ( Membahas cerita  pendek melalui kegiatan diskusi).
b.      KD (Kompetensi Dasar)    :
-          Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi.
c.       Model Pembelajaran Berbicara   :
-          Menyambung Cerita secara Individual
d.      Tujuan                                           :
-          Mengembangkan kreatifitas serta imajinatif peserta didik dalam menciptakan   cerita dengan spontan.
e.       Keunggulan Menyambung Cerita :
-          Peserta didik dituntut aktif dalam proses belajar mengajar di dalam kelas,  dengan
menginplementasikan keterampilan menyimak dan berbicara.
-          Merangsang peserta didik untuk bebas berimajinasi, akan tetapi tidak keluar dari tema yang sudah dipaparkan.
-          Dapat membuat  proses belajar mengajar di dalam kelas menjadi hidup dan terarah.
-          Menciptakan peserta didik yang kreatif, inovatif serta berani belajar berbicara di depan teman sebayanya.
f.        Kelemahan Menyambung Cerita:
-          Bagi peserta didik yang tidak menyimak, maka akan sangat jauh tertinggal dan berkemungkinan besar tidak dapat Melanjutkan Cerita tersebut.
g.       Strategi Pembelajaran :
1.      Pendahuluan
-          Motivasi : Pentingnya berimajinasi dalam membuat cerpen secara spontan.
-          Prasyarat: Seorang guru menyiapkan sebuah cerpen yang belum utuh atau selesai
2.      Kegiata Inti :
-          Guru     :
Memulai bercerita sesuai kompetensi dasar dengan aspek menyimak, membaca dan sastra.
-          Siswa  : Berperan aktif dalam proses KBM
Aktif diskusi dengan  Menyambung Cerita
-          Penutup :
Membuat kesimpulan setelah Menyambung Cerita selesai.
-          Memberikan Apresiasi kepada siswa-siswa serta memberikan penghargaan.
h.       Langkah-langkah pembelajaran berbicara Menyambung Cerita
-          Guru menyiapkan sebuah cerita pendek yang belum utuh dengan tema serta judul bebas dengan catatan dapat merangsang peserta didik tertarik untuk melanjutkan cerita tersebut.
-          Selanjutnya ketika guru bercerita dengan cerpen yang belum utuh, kemudian guru menunjuk salah satu muridnya untuk melanjutkan cerita yang terpotong itu.
-          Setelah peserta didik pertama bercerita, kemudian guru memotong ceritanya untuk dilanjutkan oleh temannya sampai 10 (sepuluh) peserta didi.
-          Kemudian langkah terakhir, guru memerintahkan peserta didik yang terakhir untuk menyimpulkan cerita yang tadi sudah dituangkan secara spontan oleh temannya.

i. Contoh Model Pembelajaran Berbicara "Menyambung Cerita"



Contoh                       
Guru                :




Edi                 :               
Guru               :
Edi                  :


Guru                :




Bagja               :


Guru                :


Guru                :


Zulfi               :


Guru             :




 Sueb             :





 
Guru             :


Sekarang kita akan menyusun suatu cerita. Judulnya masih rahasia. Cerita ini akan disusun oleh empat orang. Bagian demi bagian akan ditampilkan di depan kelas. Setiap orang selalu siap melanjutkan cerita..Mari kita mulai. Langsung saja (Bapak guru menunjuk salah satu muridnya), Edi.. kedepan!
 Maju kedepan. Apa yang harus saya ceritakan, Pak?

 Bebas, apa saja boleh.
Hari pertama liburan, aku berkunjung ke rumah nenek makan banyak dan bercerita bersama dalam keadaan hujan. Aku tertawa saat cerita …
Bagus sekali, Edi! Silahkan duduk. Cerita akan dilanjutkan oleh Bagja.
Maju ke depan, mendehem-dehem sebentar lalu melirik kepada guru.
Ayo, lanjutkan cerita tadi, Bagja!
Kura-kura yang mandi lumur. Badanya kotor sambil senggol-sengol, kemudian nenek berhenti berbicara karena ada suara aneh..

Bagus, bagus! Bagja boleh duduk. Cerita akan dilanjutkan oleh Agus.
Maju kedepan.( Kebingungan, tidak tahu apa yang harus diceritakan karena dari tadi tidak menyimak).
Ini suatu peringatan bagi orang yang melalaikan tugas. Agus duduk kembali! Pengganti Zulfi.
Aku sudah bergemetar karena takut tiba-tiba, nenek menghampiri asal suara itu. Nenek terkejut dan aku yang dibelakang nenek ketakutan setengah mati. Anehnya aku ….
Bagus, bagus sekali Zulfi. Sekarang bagian akhir cerita cukup dalam satu kalimat, katakanlah sebagai kesimpulan. Coba Sueb maju ke depan.
Maju ke depan. (Berpikir keras)
Jangan terlalu dipikirkan. Cukup ambil kesimpulan saja. Ayo Sueb!
Kencing di celana, nenek tertawa ketika melihatku tanpak aneh
Masalahnya aku kencing dan aku merahasiakannya dari nenek. Tapi nenek tau dan tertawa terbahak-bahak. Saking takutnya oleh suara kucing yang tertimpa kayu besar di belakang rumah. Akhirnya aku kencing di celana yang ku pakai.
Jadi judul tema cerita yang tadi teman-teman ceritakan secara spontan  adalah  "Rahasia yang Nenek Ketahui"

Bagus! Bagus! Dengan demikian lengkaplah sudah ceita kita. Sangat luar biasa.(sambil mengacungkan jempol kepada murid muridnya).


Demikianlah, mudah-mudahan postingan ini dapat menambah khasanah pembelajaran bahasa Indonesia kita sehingga pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang Bapak/Ibu Guru dapat lebih bervariatif, lebih bermakna, menantang sekaligus menyenangkan.













































Selasa, 08 Mei 2012

Keajaiban Goresan Pena

“KEAJAIBAN GORESAN PENA”


DISUSUN OLEH:
Riyadul Maisah

Keajaiban Goresan Pena

Dua orang alumni sebuah universitas terkemuka bertemu di lobby sebuah hotel. Satu di antaranya berpenampilan elegant, memakai jas dan dasi serta membawa tas hitam di tangan kanannya. Wajahnya menyiratkan semangat penuh antusias dengan mata menatap lurus ke depan seolah tidak lama lagi dia akan menggenggam dunia, rupanya pria ini sedang bersiap mengisi sebuah seminar penting.   Seorang yang lain tak kalah rapi, namun  bedanya, kehadiran pria satu ini adalah sebagai peserta.
Dia bahagia melihat sang sahabat berada di depan sebagai seorang pemateri. Dia bangga pada sang sahabat. Namun di sisi lain ada penyesalan dalam dirinya. Dia berpikir keras mengapa dia tidak serta berada di tempat yang sama dengan sahabatnya. Dia hanya mencoba mengobati kekecewaan dengan mengatasnamakan takdir dan nasib. Walaupun jauh di lubuk hatinya dia teringat beberapa tahun silam saat menikmati bangku kuliah banyak kesempatan yang dilewatkannya. Dia sadar, dia tak kalah cerdas bila dibandingkan dengan sahabatnya, nilai indeks prestasinya tak berbeda jauh dengan sang sahabat. Namun ada satu hal yang dia lupakan. Sang sahabat adalah orang yang tak pernah berhenti berkarya, terutama menulis. Dia tak pernah lelah menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Dia tak pernah lelah menggoreskan pena dan menuliskan pemikirannya. .
Ilustrasi diatas hanya satu contoh dari sekian banyak kerugian yang akan didapatkan oleh mahasiswa karena memarginalkan menulis dalam hidupnya. Banyak mahasiswa menggali dan terus menggali ilmu. Mereka membaca, mencari dan mempelajari namun mereka lupa menghasilkan. Mereka lupa berkarya, lupa menuangkan gagasan-gagasannya. Mereka sulit untuk menggoreskan pena.. Chapman ( 2001 ) menegaskan, mengingat menulis memiliki peran penting dalam kehidupan akademik, social, dan bahkan personal, maka pengembangan keterampilan menulis merupakan prioritas utama dalam kegiatan pendidikan. Melalui kegiatan menulis, mahasiswa dapat mendorong meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Mengapa harus menulis? Banyak orang dan mahasiswa berasumsi bahwa menulis bukan hal yang mesti dilakukan. Cukup dengan segala macam pengetahuan yang dimiliki tanpa menuangkannya dalam karya tulis. Mungkin menulis hanya menjadi formalitas saat menyusun tesis atau tugas-tugas. Padahal banyak manfaat dan hikmah yang bisa dipetik dari goresan pena di atas kertas.

1.   Menulis sebagai ibadah
Dikatakan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda, “ tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua daripadanya akan pulang. Hanya satu saja yang akan bersamanya dalam kubur. Perkara tersebut ialah : Kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, manakala yang kekal bersamanya adalah amalannya.’’ ( HR. Bukhari-Muslim )
Menulis merupakan suatu amalan yang tidak pernah ada putusnya meskipun si penulis telah kembali pada sang Khaliq. Ketika kita menulis, tulisan itu abadi, dibaca oleh lintas generasi, maka sekalipun kita telah tiada, selama tulisan itu dibaca orang, maka pahala akan tetap mengalir. Dapat dibayangkan berapa besarnya pahala yang didapat oleh Al-Bukhari, Imam Al-Ghazali, dan para penulis kitab ternama lainnya. Mereka sudah menghadap keharibaan illahi, tapi masih mendapat pahala yang berlimpah dari tulisannya yang melegenda itu. Dengan menulis, berarti kita telah menginvestasikan kemampuan untuk bekal hidup di alam nanti. menulis menjadi sarana dakwah, yakni da’wah bil qolam (dakwah dengan tulisan). Dengan tulisan, semua Muslim bisa menjadi jurudakwah, tanpa perlu malu, gugup, demam panggung, dan tanpa harus menjadi penceramah di atas mimbar. Menulis dalam konteks ini adalah dakwah tanpa mimbar. Hanya dengan mengutipkan sebuah ayat atau hadits di mading atau buletin, kita telah berdakwah.
2.   Menulis menata pikiran
Mengutip kata-kata Andreas Hurafa dalam bukunya, Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang, "Bagi saya, mengarang adalah salah satu cara belajar. Banyak hal yang saya pelajari menjadi lebih kuat melekat dalam ingatan karena saya olah menjadi tulisan. Pada saat saya menulis, berbagai ide dan gagasan yang simpang siur harus mulai disusun secara sistematis agar dapat dipahami orang lain dengan baik. Proses penyusunan ide-ide itu akan membawa saya pada pengenalan akan ide-ide orang lain dan pendapat pribadi saya terhadap ide-ide tersebut. Lalu saya harus belajar menyusun argumentasi untuk menopang ide saya agar masuk akal (rasional). Dengan demikian, keterampilan mengarang sesungguhnya mengembangkan sikap rasional dalam diri si pengarang itu sendiri."
Dalam bukunya Quantum Writing, Hernowo menuliskan teknik-teknik baru dalam menulis buku, sebagai berikut;
a.       Menulis – Mengalir dengan menggunakan metode peta pikiran
b.      Menulis – Dinamis dengan menggunakan iringan musik
c.       Menulis – Sinergis gaya Quantum Learning
d.      Menulis – Super  gaya Accelerated Learning

Meskipun berbeda dalam gaya. Semua metode di atas pada dasarnya memiliki kesamaan dalam menata pikiran.

3.      Suatu tulisan berpotensi tersabar sangat luas
Jika kita mengirimkan suatu artikel yang kita buat melalui email kepada – katakanlah – lima milis yang kita ikuti, berarti kita sudah mengirimkan artike kepada lima puluh orang, dengan asumsi satu milis terdiri dari sepuluh anggota. Jika separuh saja dari anggota setiap milis tadi menyebarkannya pada lima milis lainnya yang berbeda, berarti potensi orang yang akan membaca artikel tadi adalah 5 milis X 5 orang X 5 milis X 10 orang = 1250 orang.

4.      Menulis itu menyehatkan
Menurut Fatima Fernissi sebagaimana dikutip hernowo dalam bukunya Quantum Writing, menulis itu menyehatkan.
Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungannya yang luar biasa! Dari saat Anda bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata Anda akan segera lenyap dan kulit Anda akan terasa segar kembali.
Dr Pennebaker, mendukung keyakinan Mernissi dengan membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Dari sample mahasiswa yang dia teliti didapatkan kunjungan ke klinik kesehatan menurun dengan cukup signifikan setelah mereka menulis. Pemeriksaan darah yang dilakukan setelah mereka menulis pun menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih.
      Dalam jurnal Clinical Psychology, James Pennebaker, Ph.D dan Janet Seager, Ph.D melaporkan: orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memiliki kekuatan untuk memberi dampak positif pada tubuh kita secara fisik.
Menurut Pannebaker, manfaat menulis adalah sebagai berikut :
1.      Menulis dapat menjernihkan pikiran
Saat memulai tugas yang rumit, cobalah untuk menuliskan pikiran dan perasaan Anda. Para ahli hipnotis profesional sering menggunakan teknik ini untuk mempercepat proses hipnotis. Pada dasarnya, mereka meminta klien mereka untuk menuliskan pikiran dan perasaan mereka pada saat itu. Saat klien mereka selesai menulis, ahli hipnotis ini meminta klien untuk merobek kertas yang mereka pakai dan membuangnya. Hal ini merupakan sebuah tindakan simbolis bagi penjernihan pikiran.
2.       Menulis dapat mengatasi trauma
Sesudah terjadinya sebuah kemelut yang besar, orang-orang cenderung dihantui kejadian itu. Dalam memikirkan trauma itu, bahkan dalam upaya untuk tidak memikirkannya, orang-orang akan menggunakan kapasitas pikiran-pikirannya yang terbesar. Oleh sebab itu, mereka akan menjadi pelupa dan tidak bisa memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan-pekerjaan baru yang besar. Menulis tentang trauma akan membantu dalam mengelola trauma, dan dengan demikian membebaskan pikiran untuk menangani tugas-tugas lainnya.
Terapi penyembuhan diri (trauma healing) antara lain merujuk pada Paulo Coelho yang dalam novel The Al Chemist. Ia menyarankan agar kita menuliskan segala kesedihan atau perasaan yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungkannya ke sungai. Niscaya kesedihan atau kekuatiran akan sirna!
3.      Menulis  dapat membantu memecahkan masalah
Karena menulis mendorong proses integrasi informasi, maka menulis bisa membantu memecahkan masalah-masalah yang rumit. Jika seseorang menulis dengan bebas tentang sebuah masalah yang rumit yang sedang ia hadapi, ia akan lebih mudah untuk mendapatkan pemecahannya. Ada beberapa alasan untuk hal ini. Salah satunya adalah bahwa menulis memaksa orang-orang memusatkan perhatian mereka lebih panjang pada satu topik tertentu daripada kalau mereka hanya memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih terperinci. Menulis lebih bersifat “linier” daripada berpikir, yaitu bahwa menulis memaksa suatu gagasan untuk ditranskripkan sebelum gagasan lainnya mulai dipikirkan.
Singkatnya, menulis bisa menjadi sebuah kemampuan yang sangat berharga dalam mempelajari dan menghadapi dunia. Pada kesempatan yang tepat, menulis bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Meskipun bukan suatu obat yang serba manjur, penggunaan kegiatan menulis secara bijaksana bisa memperbaiki kualitas kehidupan bagi sebagian besar dari kita.
4.      Membantu mendapat dan mengingat informasi baru
Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian tentang kegiatan mencatat, menulis catatan yang penuh pemikiran, atau, dalam kasus anak-anak kecil, coretan-coretan, membantu orang-orang untuk mendapatkan dan mengingat kembali gagasan-gagasan baru. Menulis bisa membantu memberikan suatu kerangka yang bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari orang lain. Bahkan menulis tentang hal tersebut akan membuat gagasan-gagasan semakin jelas dan mudah diingat. Demikian hasil penelitian Pennebaker sebagaimana dikutip Hernowo dalam bukunya Quantum Writing.
Selain manfaat-manfaat menulis di atas, masih ada manfaat lain dari menulis, diantaranya ;
1.       Self Expression.
Menulis berarti mengekspresikan perasaan, pikiran, dan keinginan. Dijamin, “beban” yang ada dalam diri akan berkurang, serasa lepas, dengan menulis. Tulisan menjadi semacam sarana “curhat”. Apalagi jika kemudian tulisan itu dibaca dan ditanggapi orang lain. Anda akan merasa bahagia jika diperhatikan orang, bukan? menurut sebuah penelitian, sumber kebahagiaan yang utama adalah ekspresi diri, sedangkan harta dan yang lainnya berada pada urutan berikutnya.
2.      Self Image or Personal Branding
Dengan menulis, anda akan membangun “citra diri” (self image) sebagai orang yang berwawasan, intelek, dan berkualitas. Dengan menulis, orang akan mengetahui bahwa anda orang yang berwawasan, punya pemikiran bagus, atau sebaliknya picik dan bloon. Dengan menulis, seorang mahasiswa dapat mengangkat derajatnya di mata dosen dan teman-teman. Menulis juga merupakan salah satu hal yang membedakan orang terpelajar dan bukan.
Tulisan anda adalah “iklan” atau “promosi” tentang diri anda kepada orang lain (personal branding). anda akan memilki banyak fans atau supporter jika tulisan anda memikat hati mereka, anda pun akan menjadi orang populer, dikenal banyak orang.
3.      Self Confident
Tulisan yang bagus akan membangun citra diri sang penulis yang pada gilirannya membangun kepercayaan dirinya (self confident). Orang yang suka menulis akan senantiasa menjadi perhatian dan menonjol dibandingkan yang lain. Jika orang memuji tulisan anda, yakinlah kepercayaan diri anda akan makin baik sekaligus memotivasi anda untuk menulis lebih baik lagi.

4.      Agent of Change
Dengan menulis, anda bisa menjadi “agen perubahan”. Ide-ide yang dituangkan dalam tulisan dapat mempengaruhi pemikiran pembaca, membentuk opini publik (public opinion), dan melakukan sesuatu sesuai dengan ide anda. Andai RA Kartini tidak menulis surat kepada kawan-kawannya, dia tidak akan dijuluki “tokoh emansipasi wanita” atau orang tidak akan membicarakan hak-hak kaum wanita.
Tulisan bahkan memiliki kekuatan untuk menggulingkan sebuah rezim pemerintah, juga dapat mencegah perang, membangkitkan semangat hidup, menyelamatkan nyawa. Selain itu, dengan menulis ilmu yang anda miliki tersebar kepada banyak orang. Jadilah anda seorang guru.
5.      Sharing.
Selain berbagi ide atau pemikiran, menulis juga menjadi sarana berbagi pengalaman. Ini berarti, anda menjadi “guru”  bagi pembaca anda. Bukankah sering dikatakan pengalaman adalah guru terbaik? Pengalaman yang dituangkan dalam tulisan pasti mengandung hikmah (pelajaran).
6.      Profit Making
Keuntungan finansial adalah bagian dari berkah menulis. Hampir semua media massa memberikan honor bagi penulisnya. Demikian pula penerbit buku yang memberikan royalti atau membeli naskah penulisnya. Anda bisa mencari nafkah dengan menulis, asalkan produktivitas menulis anda tinggi atau memadai. JK Rowling yang hanya seorang guru miskin di Inggris pun tak pernah bermimpi jika Harry Potter akan mendunia, padahal semula ia hanya ingin menuliskan khayalan masa kecilnya.
Demikianlah keajaiban –keajaiban goresan pena. Betapa banyak manfaat yang dapat dipetik dari sebuah tulisan, mulai dari proses menulis, kebiasaan menulis, dan dampak menulis bagi diri sendiri dan orang lain. Tulisan memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Tulisan dapat menggulingkan sebuah rezim, tulisan dapat mencegah perang, tulisan dapat membangkitkan semangat hidup, tulisan dapat menyelamatkan nyawa, tulisan dapat mengasah otak, tulisan juga dapat mendatangkan rejeki.
Kita sebagai mahasiswa akan mendapat banyak manfaat dari setiap goresan yang kita buat. Setiap kata yang tergores menorehkan makna bagi setiap insan yang menyelaminya. Setiap ilmu yang kita  alirkan akan menjadi bekal di akhirat nanti. Selain itu kitapun akan mendapat prestize atau penghargaan dari hasil karya kita di dunia, Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Ayo kita tanamkan kebiasaan menulis dari sekarang !!
Referesi
Abu Al-Ghifari, Kiat Menjadi Penulis Sukses. Bandung : Mujahid Press 2002
Wahyu, Cecep Choerudin, Yuni Yuliani dkk, Mengasah Keterampilan Menulis. Bandung: Insan Mandiri. 2007.

Perjalanan di P2L


Perjalananku di P2L… ,,,,,,,,,,,Riyadul Maisah
Awalnya aku tidak menyangka dengan acra yang begitu menarik di p2L,perjalanan ke patambon dengan naik mobil kolbuntung alias dogar menemani perjalananku beserta teman seperjuanganku di p2L ini,,dengan mata yang di tutupi syal,dengan jalan yang selalu membuat kami jatuh dari satu orang ke orang yang lainnya,,,,sesampainya di tempat tujuan,,,kami ternyata harus berjalan lumayan jauh untuk mencapai perkemahan patambhon yang sudah di atur oleh ka2 saker sedemikian rupa,dengan kekuatan yang di bilang tinggal setengah,,,kami terus melangkah,,,melangkah,,,dan melangkah,,,,sampai akhirnya kami sampai di perkemahan patambon dan di sambut dengan sentuhan lembut ka2 saker semuanya,,,
Memasuki daerah perkemahan kami diberikan informasi yang begitu panjang lebar oleh ka2 korlap tentang segala peraturan yang harus kami patuhi selama kami berada d i perkemahan patambon ini,,,,hari demi hari terus kami jalani di perkemahan ini,banyak kenangan manis yang tidak bisa dilupakan dengan kasat mata,,,mulai  dari ke kamar mandi harus turun gunung dengan laporan yang harus kami kuasai,,,,kesalahan yang selalu berujung dengan push up,bending,dsb,,,,latihan jungkir,tiarap yang menjadi makanan kami setiap harinya,,,,makan beralaskan polli bag dengan nasi yang terkadang gosong, kurang mateng dan  sebagainya,,,dengan nasi yang selalu ka2 sekar di beri bermacam macam rasa, mulai dari marimas, kacang ijo dan lain sebagainya,,,tapi karena kami lapar ya terpaksa nasi itu kami makan saja dengan tidak menghiraukan campuran yg terdapat di balik nasi tersebut,,,,
Syarat peluit yang harus kami pahami,,,dengan tanggung jawab menjaga pusaka yang selalu membuat hari-hari kami gelisah menjaganya,,,selalu ilang dan ujungnya pasti ka2 korlap marah,,,itulah kebersamaan yang harus kami tanamkan di perkemahan itu,,,dimana salah satu semua dapat hukumannya,,,,,setiap kami sedang asyik dengan istirahatdan mimpi kami di pulau kapuk,,,tiba tiba selalu muncul dentuman yang sangat keras,,,ya,,,itu bom,,,,DOOOOOR,,,,DOOOOOOR,,, kami harus langsung ke daerah pertahanan kmidegan posisi tiarap sambil membawa katapel sebagai senjata kami,,,,,enam hari kami di perkemahan phatambon,,,,,dimana pada hari keenam kami semua pulang ke Bandung,,,betapa senang wajah kami terutama  aku pada saat itu,,,,,dan ternyata informasi yang di dapat kami semua ke Bandung dengan berjalan kaki menyusuri hutan, lembah, sungai, desa2, jalan -jalan, sawah,,,dan lainnya,,,,dengan air minum yang serba terbatas,,,di perjalanan ketika kita sangat haus kami semua beranggapan air itu sudah seperti air surga karena begitu sangat di perlukan oleh kami dalam menempuh perjalanan jauh yang jujur baru pertama kali saya menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki,,,dengan di iringi lagu yang selalu membuat kami jadi bersemangat,,,,,perjalaan ternyata di tempuh selama 2 hari karena ka2 saker dan kami bersinggah dddi unpad untuk bermalam disana,,kami disambut dengan baik dan saling bertuker info pramuka antara pramuka uin dengan pramuka unpad,,,keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan  untuk sampai ke cibiru,,,,berjam jam,,,dan akhirnya sampailah di polsek cibiru,,,betapa senang diriku bisa melihat jalan ,mobil,motor di jalan raya setelah seminggu di hutan,,,,,terimakasih p2L,,,,,,kini aku mengerti bahwa hidup itu butuh perjuangan yang besar,,,,,,,,***UMRISTA